RSU Kerinci Kekurangan Obat

Baru saja pada akhir tahun lalu (2008) RSU Mayjend HA Thalib (MHAT) mendapatkan penghargaan dari Presiden SBY untuk pelayanan terbaik. Sekarang justru masyarakat dan DPRD setempat mencerca pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit  ini. Berikut berita yang dikutip ulang dari harian Jambi Independent:

SUNGAIPENUH – Terkait minimnya pelayanan di Rumah Sakit Umum Mayjend HA Thalib (MHAT) Kerinci, pihak RSU mengaku kekurangan obat-obatan. Malah dokter spesialis di RSU itu juga kurang.

Direktur RSU MHAT dr Arman Sembiring kemarin (9/7) mengatakan, obat-obatan kurang karena sistem di RSU saat ini menggunakan sistem badan layanan umum daerah (BLUD) sesuai PP 61. Sistem itu melarang pihak RSU berbelanja langsung untuk melakukan pembelian obat-obatan.

“Tahun 2008 RSU memakai sistem swadana, jadi bisa belanja langsung. Namun sekarang tidak lagi. Jadi setiap pendapatan RSU harus disetorkan ke kas daerah dulu,” katanya.

Akibat sistem itu, kata Arman, operasional RSU jadi terganggu. Selain itu, RSU MHAT juga membeli obat-obatan dengan beberapa rekanan di Padang dan Jambi. “Kita pesan sesuai kebutuhan saja dan tergantung dana yang ada. Kemudian rekanan juga datang sekali seminggu,” katanya.

Terkait kurangnya dokter spesialis di RSU MHAT, Arman mengungkapkan bahwa beberapa dokter seperti dokter spesialis anak dan pelayanan rontgen pindah ke rumah sakit lain sejak 2007. Banyaknya dokter spesialis yang pindah, kata Arman, karena pengaruh sedikitnya dana subsidi yang diberikan pemerintah untuk dokter di Kerinci.

“Di Kerinci subsidi untuk dokter hanya RP 6 juta per bulan. Di Solok, dokter dapat subsidi Rp 8 juta per bulan. Malah dokter juga diberikan mobil dinas,” ujarnya.

Kabag Keuangan RSU MHAT Daswarsa mengatakan, jika pihak legislatif dan eksekutif bisa membuat komitmen untuk menyekolahkan dokter yang ada di Kerinci menjadi dokter spesialis, beberapa tahun yang akan datang Kerinci tidak lagi kekurangan dokter spesialis.

Sebelumnya anggota Komisi II DPRD Kerinci Pahruddin Khasim mengatakan, saat ini pihak RSU MHAT tidak memiliki obat-obatan memadai untuk mendukung pelayanan di RSU. “Pelayanan yang diberikan kepada masyarakat asal-asalan,” katanya. (dip/Jambi Independent,Kamis, 09 Juli 2009).

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: