Kasus Korupsi di Kerinci

Hakim Minta Dewan Dihadirkan

Di Persidangan Kasus Nakertrans

SUNGAIPENUH – Majelis hakim yang menyidangkan perkara dugaan korupsi di Dinas Nakertrans Kerinci dengan terdakwa Narmi Sekin, meminta dewan yang ikut kunker ke Thailand dihadirkan di persidangan.

“Saya minta semua yang terlibat kunker tersamuk dewan untuk dihadirkan dalam sidang,” kata Ketua Majelis Hakim Barita Saragih, dalam persidangan yang digelar, kemarin.

Selain itu, hakim juga meminta kepada JPU untuk melakukan penyidikan terhadap beberapa orang saksi, yakni, Suhardin Latif, Guldiyanto, Tarmizi dan juga Siderta.

“Jaksa Saya minta saksi ini untuk disidik karena memberikan keterangan palsu atau sumpah palsu,” ucap Barita lagi.

Meski tidak merinci sejumlah nama dewan yang terlibat kemarin untuk dihadirkan, paling tidak ada beberapa nama yang sempat disebutkan sambil memperlihatkan BAP.

Mereka adalah, HZ Arifin Adnan beserta istrinya Saadah Ramli, Yuzarlis, Murasman dan termasuk Afrizal mantan Kadis Pariwisata Kerinci.

Sementara itu, berdasarkan fakta di persidangan, ada beberapa SPPD yang dinilai fiktif padahal orangnya sama sekali tidak ikut melaksanakan kunker.

Seperti SPPD untuk Afrizal yang sudah ditandatangani di Nusa Tenggara Barat, kemudian ada lagi SPPD pegawai Disnakertran yang ditandatanagani di DIY, padahal orangnya sama sekali tidak ikut kunker.

“Ini kan aneh, masa SPPD nya ada dan ditandatangani serta di Cap di NTB dan DIY sementara orangnya tidak pergi. Kalau orangnya tidak pergi lantas siapa yang membawa dan menandatanagi SPPD ini, sementara yang pergi kunker adalah saudara-saudara ini,” tambah Hakim Ari Kurniawan.

Di luar sidang, sempat berhembus kabar,  mantan Bupati Kerinci H Fauzi Siin, juga akan dihadapkan ke pengadilan, akan tetapi belum didapat keterangan secara resmi terkait informasi ini.

(wdo)

(Sumber: www.jambiekspres.co.id, 10 Juli 2009)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: