Mengenang Kembali Tragedi Kerinci 2002

Rumah Nasrul Qodir Menjadi Saksi Bisu Kekejaman Politik


Politik memang bag pedang bermata dua, siap melukai siapa saja yang berada disekitarnya. Tidak peduli apakah pejabat, atau rakyat jelata sekalipun. Hal tersebutlah yang sedang terjadi di Kerinci pada tahun 2002 silam, saat itu negeri yang terkenal berbudaya ini benar-benar terluka akibat tindakan yang tidak bermoral pemimpinnya.

EDI JANUAR, Sungai Penuh

Rumah dokter Nasrul Qodir yang terletak di jalan Depati Parbo, saat ini seakan menjadi monumen sejarah bagi masyarakat Kerinci untuk mengenang kembali tragedi anarkis pada tahun 2002 silam, saat itu gelombang massa yang tidak terkontrol tersebut membuat kerusakan yang sampai saat ini masih bisa disaksikan.

Namun anehnya, meskipun menimbulkan kerusakan yang sama dengan tragedi yang dialami Kerinci baru-baru ini, namun siapa dalang dari kerusuhan tersebut sampai saat ini tidak pernah diketahui, bahkan aparat kepolisian terkesan tutup mata dengan kejadian tersebut.

Kerusuhan tersebut terjadi ketika Bupati Kerinci Fauzi Siin menjabat untuk kedua kalinya sebagai pemimpin Kerinci. Aneh memang, hal tersebut menjadi awal yng menyedihkan bagi masyarakat Kerinci. Betapa tidak, Kerinci yang sejak dahulunya dikenal sebagai masyarakat yang berbudaya, namun berubah menjadi anarkis dan liar.

Pada akhir 2008 tragedi tersebut kembali terulang, namun lagi-lagi hal tersebut terjadi pada akhir kepemimpinan Fauzi Siin. Serbuan massa yang menuntut mundurnya Fauzi Siin membuat kerusakan yang membabi buta. Akankah kedua kejadian tersebut membawa kebaikan bagi masyarakat Kerinci, hanya Tuhan yang tahu !. (*)

(Disunting dari Kerinci Pos, 13 Januari 2009)

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: