Aroma Tidak Sedap Beredar di Mahkamah Konstitusi

Masyarakat dihimbau berhati-hati supaya tidak tertipu oleh oknum yang mengaku bisa mengatur putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terutama yang terkait dengan sengketa hasil pemilihan umum kepala daerah (pemilukada). Demikian keterangan Ketua MK Moh. Mahfud MD saat jumpa pers di ruangannya, Kamis (15/1).

Sehari sebelumnya, Mahfud juga mengutarakan hal senada sebelum membacakan putusan sidang pemilukada Kabupaten Kerinci, Sumatera Selatan. Mahfud menjelaskan ada kolega yang menghubunginya dan mengatakan bahwa ada yang meminta uang untuk perkara pemilukada Kerinci dan ditunggu hakim yang akan memutus. Hal serupa juga terjadi pada perkara Pemilukada Belu yang diputus MK hari ini. Diakui Mahfud, bahwa dua hari yang lalu, Selasa (13/1), ada seseorang yang menghubungi nomor telepon kediamannya dan mengatakan sudah menyuruh dua orang yang mengaku bernama Lopez dan Waiku untuk menyerahkan uang sebesar Rp. 2,5 miliar kepada Mahfud. “Hal ini sedang diusut,” tegas Mahfud.

Mahfud, yang didampingi Sekretaris Jenderal MK Janedjri M. Gaffar, mensinyalir bahwa oknum tersebut menghubungi pihak-pihak yang berperkara dalam pemilukada, kemudian siapapun yang memenangkan putusan maka akan dimintai uang. “Ini murni pemerasan yang dilakukan oleh pihak di luar MK,” lanjutnya.

Sesungguhnya, ungkap Mahfud, hal tersebut tidak pernah terjadi di MK karena putusan MK dikeluarkan berdasarkan berbagai pertimbangan hukum. Semua pihak bisa mencermatinya dari pertimbangan hukum dalam setiap putusan. “Orang-orang tertentu memang sudah terbiasa melakukan hal (pemerasan) demikian, karena dunia peradilan Indonesia sudah terkenal bobrok,” tandas Mahfud.

Selain mengklarifikasi isu suap di MK, Mahfud juga mengatakan bahwa hari ini MK kembali menerima predikat Wajar Tanpa Pengecualian dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) karena berhasil menunjukkan pengelolaan keuangan yang baik. Penghargaan yang diberikan untuk kedua kalinya ini menjadi bukti kredibilitas MK. (Annisa Lestari)

(Disunting dari http://www.mahkakamahkonstitusi.go.id)

About these ads

Komentar ditutup.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: